BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Perusahaan Singapura DBS akan buka 18 wealth centre baru di Asia termasuk Indonesia
DBS menegaskan bahwa pusat-pusat baru ini tidak hanya berfungsi untuk transaksi rutin, melainkan dirancang untuk memperkuat hubungan jangka panjang dengan nasabah.
Perusahaan Singapura DBS akan buka 18 wealth centre baru di Asia termasuk Indonesia
Logo perusahaan DBS di gedung pusat kantor mereka di Singapura. /Reuters

DBS Group Holdings, perusahaan investasi yang berbasis di Singapura mengumumkan rencana ekspansi besar-besaran pada bisnis pengelolaan kekayaan di Asia, dengan membuka 18 wealth centre baru hingga akhir 2027 serta melakukan peningkatan pada 36 pusat layanan yang sudah ada dalam 18 bulan ke depan. 

Langkah ini menjadi ekspansi fisik terbesar yang pernah dilakukan bank tersebut dalam lini bisnis wealth management.

Ekspansi ini akan mencakup sejumlah pasar utama di kawasan, yakni Singapura, Hong Kong, China daratan, India, Indonesia, dan Taiwan. Di pasar domestiknya, Singapura, DBS berencana meningkatkan jaringan wealth centre Treasures hingga 50 persen melalui pembukaan cabang baru.

Langkah agresif ini dilakukan seiring proyeksi pertumbuhan pesat kelompok masyarakat kaya di Asia. DBS memperkirakan total aset kelompok affluent—rumah tangga dengan dana investasi antara 100.000 hingga 1 juta dolar AS—akan mencapai sekitar 4,7 triliun dolar AS pada 2026.

TerkaitTRT Indonesia - Pasar Indonesia tertekan, Singapura maju sebagai pasar saham terbesar ASEAN

Meski layanan digital terus berkembang, interaksi langsung tetap menjadi preferensi signifikan bagi nasabah. Survei di Hong Kong dan Singapura menunjukkan sekitar 45 persen klien masih memilih bertemu langsung dengan penasihat keuangan mereka.

DBS menegaskan bahwa pusat-pusat baru ini tidak hanya berfungsi untuk transaksi rutin, melainkan dirancang untuk memperkuat hubungan jangka panjang dengan nasabah. 

“Apa yang disampaikan klien kepada kami adalah hubungan itu harus terasa personal, akrab, dan dekat dengan kehidupan mereka,” ujar Sanjoy Sen, Head of Consumer Banking DBS.

Di dua pasar terbesar, yakni Singapura dan Hong Kong, wealth centre akan difokuskan untuk melayani nasabah segmen Treasures. Sementara di negara lain, layanan akan mencakup baik nasabah Treasures maupun segmen premium Treasures Private Client.

Ekspansi ini juga didorong oleh kinerja positif bisnis wealth DBS. Pada kuartal pertama 2026, aset kelolaan (assets under management/AUM) bank ini tercatat mencapai 492 miliar dolar Singapura.

DBS menargetkan gelombang pertama pembukaan wealth centre dimulai pada kuartal ketiga tahun ini, dengan peluncuran lanjutan dilakukan secara bertahap hingga 2027.

TerkaitTRT Indonesia - Singapura pertahankan posisi teratas investor asing di Indonesia pada 2025
SUMBER:Reuters