BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Permintaan India melemah, pemerintah turunkan harga referensi minyak kelapa sawit Juni 2026
Pemerintah Indonesia menurunkan bea keluar CPO menjadi $148 per metrik ton, sementara pungutan ekspor ditetapkan sebesar 12,5 persen dari harga referensi.
Permintaan India melemah, pemerintah turunkan harga referensi minyak kelapa sawit Juni 2026
Pungutan ekspor minyak kelapa sawit mentah ditetapkan sebesar 12,5 persen dari harga referensi, atau sekitar $128,6892 per metrik ton. / Reuters

Pemerintah Indonesia menetapkan harga referensi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk periode 1–30 Juni 2026 sebesar $1.029,51 per metrik ton, yang menjadi dasar pengenaan bea keluar serta pungutan ekspor.

Angka tersebut tercantum dalam kebijakan resmi Kementerian Perdagangan dan mengalami penurunan $20,07 atau 1,91 persen dibandingkan periode Mei 2026 yang berada di level $1.049,58 per metrik ton.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Tommy Andana menjelaskan bahwa penyesuaian ini dipicu oleh melemahnya permintaan dari negara importir utama, termasuk India. “HR CPO periode Juni 2026 turun dibandingkan periode Mei 2026 akibat penurunan permintaan dari negara importir utama seperti India,” ujarnya.

Dengan penetapan baru tersebut, pemerintah juga menurunkan bea keluar CPO menjadi $148 per metrik ton, dari sebelumnya $178 pada Mei. Sementara pungutan ekspor ditetapkan sebesar 12,5 persen dari harga referensi, atau sekitar $128,6892 per metrik ton.

Perhitungan harga acuan ini mengacu pada rata-rata harga di beberapa pasar utama pada periode 20 April hingga 19 Mei 2026, termasuk Bursa CPO Indonesia, Bursa Malaysia, dan Rotterdam. Berdasarkan ketentuan terbaru, harga akhir ditentukan dari dua sumber yang berada paling dekat dengan nilai median.

Selain CPO, kebijakan ini juga mencakup komoditas lain seperti kakao, produk kayu, kulit, dan getah pinus, sebagaimana dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1414 Tahun 2026.

Untuk kakao, harga referensi naik signifikan menjadi $3.832,17 per metrik ton, sementara HPE berada di $3.511 per metrik ton. Kenaikan ini dipengaruhi gangguan logistik global, termasuk penutupan Selat Hormuz serta penurunan pasokan dari Nigeria.

Indonesia, sebagai pemasok terbesar minyak sawit dunia, kini juga memasuki fase transisi kebijakan ekspor baru yang disebut sistem “one-gate”, yang akan memusatkan seluruh ekspor melalui badan khusus negara dalam periode menuju 2027.

TerkaitTRT Indonesia - Pemerintah siapkan DSI jadi pintu tunggal ekspor komoditas strategis, berlaku mulai 1 Juni





SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Malaysia berlakukan larangan media sosial untuk usia di bawah 16 tahun secara nasional
Pertamina EP temukan cadangan migas baru di Musi Banyuasin berkapasitas 1.857 BOPD
Pembentukan DSI memicu kegelisahan di sektor pertambangan Indonesia: Laporan
Jelang Iduladha 2026, harga cabai hingga daging sapi di Jakarta mulai naik
China luncurkan misi Shenzhou-23, astronaut akan tinggal setahun di orbit demi target ke Bulan
Indonesia, Singapura perluas kolaborasi strategis di sektor ekonomi dan teknologi
PGN siap serap LNG Blok Masela untuk perkuat pasokan energi nasional
OJK revisi aturan bursa karbon demi dorong transaksi pasar
Danantara bentuk DSI untuk atur perdagangan komoditas strategis
Bank Indonesia perluas opsi mata uang devisa ekspor selain dolar AS
Industri migas Indonesia catat penggunaan produk lokal US$1,5 miliar hingga April 2026
Kementerian ESDM resmi tawarkan investasi 13 wilayah kerja migas di IPA Convex 2026
SpaceX milik Elon Musk siap gelar IPO besar-besaran, bidik valuasi Rp28 kuadriliun
Pasar Indonesia tertekan, Singapura maju sebagai pasar saham terbesar ASEAN
Prabowo targetkan Rupiah 2027 di Rp16.800–17.500, siapkan kebijakan untuk redam tekanan
BI naikkan suku bunga acuan jadi 5,25 persen untuk jaga rupiah
Sektor perbankan siap hadapi potensi kenaikan suku bunga di tengah tekanan Rupiah
Realisasi anggaran MBG capai Rp75 triliun hingga April 2026
Presiden Prabowo akan pusatkan ekspor komoditas untuk tingkatkan penerimaan negara
Prabowo janjikan defisit APBN 2027 di kisaran 1,8–2,4 persen