BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Danantara jajaki penerbitan obligasi dolar jangka panjang minimal $500 juta
Langkah ini menandai upaya Danantara memperpanjang kurva pendanaan globalnya, seiring perannya yang kian sentral dalam mendukung agenda ekonomi Presiden Prabowo Subianto.
Danantara jajaki penerbitan obligasi dolar jangka panjang minimal $500 juta
Logo Danantara di kantor pusatnya di Jakarta. /Foto: AFP

Badan investasi dana kekayaan negara Indonesia, Danantara, tengah mempertimbangkan penerbitan obligasi berdenominasi dolar AS dengan nilai sedikitnya $500 juta dan tenor panjang, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut. Instrumen ini diproyeksikan memiliki jatuh tempo 20 atau 30 tahun, sebagai bagian dari strategi pendanaan jangka panjang lembaga tersebut.

Langkah ini menandai upaya Danantara memperpanjang kurva pendanaan globalnya, seiring perannya yang kian sentral dalam mendukung agenda ekonomi Presiden Prabowo Subianto. Namun, minat investor internasional masih dibayangi pertimbangan terkait tata kelola, independensi, serta kemampuan eksekusi lembaga tersebut.

Rencana penerbitan ini juga akan menjadi uji pasar setelah debut obligasi dolar senilai $1,5 miliar pada Juni lalu mencatat permintaan yang kuat. Dengan tenor yang lebih panjang, Danantara berharap dapat menarik pembiayaan yang lebih selaras dengan kebutuhan investasi jangka panjangnya di luar negeri.

TerkaitTRT Indonesia - Danantara bersiap uji coba sistem ekspor batu bara dan sawit mulai September

“Rasional strategisnya adalah mencocokkan investasi ekuitas luar negeri jangka panjang dengan pendanaan dolar AS berjangka panjang, sehingga mengurangi risiko ketidaksesuaian mata uang,” ujar salah satu sumber. Ia menambahkan, langkah ini juga dapat menekan tekanan tambahan terhadap rupiah.

Di tengah rencana tersebut, kondisi ekonomi domestik masih menghadapi tekanan. 

Nilai tukar rupiah berada di dekat level terendahnya, sementara Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan setelah menaikkannya total 100 basis poin sejak Mei untuk menopang mata uang. Kinerja pasar saham Jakarta juga tercatat sebagai salah satu yang terlemah di Asia tahun ini, meski sempat mengalami pemulihan.

Sumber yang sama menyebutkan, waktu penerbitan obligasi bersifat fleksibel karena Danantara tidak menghadapi tekanan likuiditas. 

Hingga akhir April, lembaga ini tercatat memiliki kas dan setara kas sekitar Rp123 triliun, ditopang berbagai sumber pendanaan, termasuk obligasi global, fasilitas kredit multivaluta $10 miliar, dividen BUMN Rp70 triliun, serta penerbitan Patriot Bond sebesar Rp68,4 triliun.

Untuk rencana ini, Danantara telah menunjuk sejumlah bank global sebagai penjamin emisi dan pengelola buku, di antaranya Citigroup, HSBC, JPMorgan, MUFG, dan Standard Chartered. Jika terealisasi, obligasi tersebut akan diterbitkan dengan program global medium-term note senilai $5 miliar.

Ke depan, Danantara juga berencana menata portofolionya secara bertahap menuju target alokasi aset strategis pada 2030, dengan komposisi investasi yang mencakup aset strategis, aset privat dan publik, alokasi fleksibel, serta cadangan likuiditas.

TerkaitTRT Indonesia - Prabowo: DSI kumpulkan $10,5 miliar, praktik manipulasi ekspor dipangkas
SUMBER:Reuters
Jelajahi
Indonesia bidik $1 miliar dari penerbitan Panda Bond perdana di China minggu ini
Indonesia batasi produksi nikel untuk jaga stabilitas harga global
Indonesia dan Cili tingkatkan kemitraan ekonomi, fokus optimalisasi IC-CEPA
Indonesia tawarkan proyek PLTS 100 GW kepada investor China
RUU hak cipta baru Indonesia ancam cabut izin Google dan platform AI
Bank Indonesia pastikan likuiditas perbankan tetap aman, tekanan pasar uang mereda
Indonesia resmi mulai pembangunan proyek LNG Abadi Masela senilai $21 miliar
Presiden Prabowo dijadwalkan resmikan groundbreaking Blok Masela hari ini
Prabowo tetapkan harga solar nelayan Rp15.000 per liter
Menko Airlangga: Pemerintah perkuat upaya stabilkan inflasi dari pangan dan biaya produksi
Redam dampak konflik global, Presiden Prabowo tetapkan harga khusus BBM bagi nelayan
Menkeu Purbaya pastikan tidak ada kenaikan tarif pajak dalam jangka menengah
S&P pertahankan rating utang RI di tengah bayang-bayang pelemahan rupiah
Kemenperin amankan 13 MoU strategis di INNOPROM 2026
Alamtri Indonesia mulai ekspor aluminium ke AS dan Korsel, targetkan penjualan 350.000 ton
WTO tolak sebagian besar gugatan Indonesia atas bea masuk Uni Eropa untuk asam lemak
Indonesia bidik investasi hingga Rp500 triliun lewat pusat keuangan internasional
Indonesia perkuat sinergi ekonomi dengan Selangor Malaysia, bidik sektor bernilai tinggi
Pertamina dan Boeing jajaki pengembangan bahan bakar pesawat berkelanjutan di Indonesia
Redam gejolak global, belanja subsidi energi Indonesia melonjak 44 persen di semester I-2026