Angkatan Udara Tentara Nasional Indonesia (TNI AU) pada Kamis (22/10) menguji kelayakan ruas Jalan Tol Pasuruan–Probolinggo, Jawa Timur, sebagai landasan pacu alternatif melalui latihan lepas landas dan pendaratan pesawat militer untuk mengukur kesiapan operasional dalam situasi darurat.
Latihan tersebut melibatkan dua pesawat Embraer EMB-314 Super Tucano dari Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh di Malang dan dua jet tempur F-16 Fighting Falcon dari Pangkalan Udara Iswahjudi di Madiun. Keempat pesawat berhasil melakukan lepas landas dan pendaratan di ruas jalan sepanjang tiga kilometer dengan lebar 24 meter.
Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengatakan latihan itu merupakan bagian dari upaya TNI AU memanfaatkan infrastruktur yang tersedia untuk mendukung operasi militer apabila fasilitas penerbangan tidak dapat digunakan.
“Latihan ini merupakan bagian dari upaya TNI AU untuk menguji kesiapan operasional dan kemampuan memanfaatkan infrastruktur yang ada di daerah, khususnya jalan tol, sebagai landasan alternatif bagi operasi angkatan udara,” kata Harjono.
Ia menegaskan, penggunaan jalan tol sebagai landasan alternatif hanya akan dilakukan dalam kondisi kontingensi, misalnya ketika landasan pacu, bandara, atau pangkalan udara tidak lagi dapat digunakan untuk mendukung operasi. Keselamatan masyarakat dan pemanfaatan infrastruktur secara tepat, menurutnya, tetap menjadi prioritas.
Latihan di Jawa Timur ini menyusul kegiatan serupa di Jalan Tol Terbanggi Besar, Lampung, pada 11 Februari 2026. TNI AU juga telah mengidentifikasi sejumlah ruas lain untuk latihan mendatang, termasuk Tol Cibinong–Cilincing dan jalan tol yang direncanakan dibangun di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Harjono mengatakan TNI AU akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dalam pengembangan dan pemetaan jalan tol agar ruas-ruas tertentu dapat dipersiapkan untuk mendukung operasi udara dalam keadaan darurat.



















