Hujan deras memicu banjir lahar hujan dari Gunung Semeru yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (2/11). Aliran material vulkanik dilaporkan mendekati rumah warga di Desa Tempursari, Kecamatan Tempursari, dengan jarak sekitar lima meter.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai (DAS) untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat mengguyur kawasan hulu.
Banjir lahar terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan Semeru sejak Minggu (1/11) malam dan meningkatkan debit air di sejumlah sungai. Aliran material vulkanik terpantau melewati Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo.
Rekaman yang beredar di media sosial sekitar pukul 06.37 WIB memperlihatkan aliran lahar semakin mendekati rumah warga di Tempursari. Material yang terbawa arus juga menutupi jalan di sekitar permukiman.
Selain mengancam rumah warga, derasnya aliran air menyebabkan tanggul di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, jebol. Tiga rumah dilaporkan mengalami kerusakan, tetapi tidak ada korban jiwa.
Sementara itu, Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat satu gempa getaran banjir lahar dengan amplitudo maksimum 65 milimeter yang berlangsung selama enam jam, sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Petugas pengamatan, Agastya Rajendra, juga melaporkan satu gempa guguran dan 14 gempa letusan.
Hingga Senin (2/11), status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Puncak gunung tertutup kabut sehingga asap kawah tidak dapat diamati selama periode pemantauan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melarang aktivitas masyarakat di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak. Warga juga diminta menjauhi tepi sungai setidaknya 500 meter karena perluasan awan panas dan aliran lahar berpotensi mencapai 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah dilarang karena kawasan tersebut rawan lontaran batu pijar. PVMBG turut mengingatkan potensi awan panas, guguran lava, dan banjir lahar di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, serta Besuk Sat dan anak-anak sungainya.
Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai diminta mengikuti arahan petugas dan segera menjauh apabila debit air meningkat, terutama selama hujan deras masih mengguyur kawasan hulu.





















