Fenomena ini berpotensi membawa kondisi lebih panas dan kering di sebagian besar wilayah Asia, sementara meningkatkan curah hujan di beberapa wilayah Amerika pada paruh kedua tahun 2026.
Para peramal iklim menyebut fenomena cuaca ini bisa menjadi salah satu yang terkuat dalam catatan, sehingga meningkatkan risiko cuaca ekstrem, tekanan pada produksi pangan, serta gangguan pasokan makanan yang sudah terdampak oleh kenaikan biaya bahan bakar dan pupuk.
Para ahli juga memperingatkan bahwa jika El Nino menguat menjadi “El Nino super”, sejumlah negara dapat menghadapi suhu yang memecahkan rekor pada periode akhir Juli hingga Oktober, dengan puncak panas global yang berpotensi terjadi pada 2027.
SUMBER:TRT World
















